Durrës
Albania's principal port and its oldest continuously inhabited city, founded as Epidamnos in 627 BC.
🧭 Tampilan terpandu
Baru mengenal Albania? Setiap halaman dibuka dengan penjelasan dalam bahasa sederhana yang dapat dibaca oleh anak usia sepuluh tahun, sebelum detail lebih lanjut dimulai.
⚡ Tampilan ahli
Anda sudah mengetahui dasar-dasarnya. Langsung ke inti pembahasan, dengan penjelasan sederhana yang disembunyikan. Ini adalah tampilan default.
The Via Egnatia was a Roman road that started on the Albanian coast and ran all the way east to the city that became Istanbul. It was how armies, traders and later pilgrims crossed the Balkans for more than a thousand years.
The Via Egnatia was a Roman road that started on the Albanian coast and ran all the way east to the city that became Istanbul. It was how armies, traders and later pilgrims crossed the Balkans for more than a thousand years.
Ini adalah hubungan nyata dalam Atlas — tempat-tempat yang berdekatan dengan tempat ini, dan subjek-subjek yang memang berkaitan dengannya. Tidak ada di sini yang merupakan rekomendasi umum.
Albania's principal port and its oldest continuously inhabited city, founded as Epidamnos in 627 BC.
A central industrial city inside an Ottoman fortress wall, on the old Via Egnatia.
An Ottoman fortress built on a Roman site, with a living town inside its walls.
The Via Egnatia crossed here, making the coast Rome's gateway to Greece and the East.
The river that splits Albania in two — the historic dividing line between Gheg and Tosk.
A small town on the Shkumbin at a crossing point used since Roman times.
Ada yang salah di halaman ini? Koreksi sangat disambut dan akan diperiksa terhadap catatan sumber. Beri tahu kami apa yang salah dan, jika memungkinkan, dari mana angka yang benar berasal.